4 Masalah Seks yang dapat berakibat Perceraian. - Cara Manfaat

4 Masalah Seks yang dapat berakibat Perceraian.

4 Masalah Seks yang dapat berakibat Perceraian.

Dalam kehidupan suami istri, ada hal hal yang dapat menyebabkan perceraian kehidupan mereka. Mulai dari masalah perelingkuhan, masalah prinsip sampai kepada masalah keuangan, namun tidak banyak yang mengetahui jika masalah dalam kehidupan seksual, juga dapat menyebabkan sebuah perceraian rumah tangga.

Sebagian orang, menganggap seks bukanlah faktor utama dalam mempertahankan kehidupan pernikahan yang langgeng. Namun kehidupan seks yang kurang baik, dapat menjadi alasan utama sebuah rumah tangga bermasalah dan berujung kepada perceraian. Mengapa begitu. ?

"Tidak perlu dipertanyakan lagi jika masalah seks bisa menjadi, istilahnya, 'sedotan' yang dapat mematahkan punggung unta dalam pernikahan," ujar Aline Zoldbrod, Ph.D., terapis seks dan psikolog asal Boston, Amerika Serikat.

Ini empat pengakuan orang yang rumah tangganya kandas karena masalah seks, seperti dikutip dari Men's Health:

1. Tidak pernah mencoba hal baru

Kebosanan dan rutinitas dalam hal seksual, dapat menjadi akar permasalahan rumah tangga yang semakin lama, menjadi semakin berat, sampai sulit untuk diperbaiki lagi. Ketika pasangan mulai merasa terperangkap dalam kebosanan, maka yang biasanya terjadi adalah sikap emosional dan perasaan yang lebih sensitif sehingga lebih cepat menimbulkan konflik.

"Setelah menikah, menurut saya, kami merasa terjebak (kedalam rutinitas) san tidak bisa menemukan hal hal yang baru dalam bercinta. Kami seharusnya bisa menjadi lebih terbuka satu sama lain, namun setelah memiliki anak, dan kemudian mengalami keguguran, seks menjadi tidak menyenangkan" Ungkap seorang pria berusia 31 tahun, yang kini memilih menjadi teman daripada menjadi suami istri.

2. Gairah bercinta tidak sinkron

Gairah seks pada pria dan wanita kadang tidak sama. Pada umumnya, pria lebih tinggi gairah seks nya pada pagi hari, sementara wanita lebih nyaman dimalam hari. Ketika hasrat seksual sang suami sedang tinggi-tingginya, sang istri justru merasa lelah dan malas bercinta. Hal tersebut menyebabkan seks menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan, sehingga pasangan tersebut bisa saja mencari kepuasan biologisnya di tempat lain yang pada akhirnya perselingkuhan menjadi tidak terhindarkan.

"Aku dan suamiku, gairah bercintanya tidak sejalan, jadi dia selingkuh. Akhirnya, dia memutuskan tidak ingin hanya beristri satu, jadi aku pergi," ungkap seorang wanita bernama Claire.

3. Seks terlalu direncanakan

Menjadwalkan kapan waktu bercinta, memang baik untuk memastikan pasangan rutin bercinta. Namun tidak ada salahnya jika seks dilakukan secara spontan sebagai bumbu dalam kehidupan bercinta. Seorang pria mengaku, jika sang istri menganggap bercinta adalah hal yang sangat serius sehingga harus memiliki skenario yang spesifik dalam bercinta. Sang suami harus mengikuti skenario tersebut, sehingga hubungan seksual bukan lagi sesuatu yang membuat nyaman dan senang, namun lebih kepada sebuah pekerjaan.

"Bahkan walaupun dia yang berinisiatif bercinta, dia masih mengharapkan saya untuk melakukan semua gerakan. Semuanya seperti pekerjaan dan tidak ada waktu bermain-main," ungkapnya.

4. Mengabaikan kebutuhan pasangan akan seks

Hasrat seksual pria umumnya muncul lebih cepat, hal ini karena pria hanya membutuhkan sedikit saja stimulasi atau rangsangan dari pasangannya. Pria secara umum juga lebih cepat orgasme daripada wanita. Sedangkan wanita, biasanya menginginkan aktivitas dan penetrasi seks yang lebih lama untuk mencapai klimaks. Jika pria tidak memahami hal ini, dan terus saja memikirkan dirinya sendiri, maka pernikahan bisa saja memiliki resiko kandas ditengah jalan karena istri yang selalu merasa kurang puas.

Baca juga : 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel