Jika berhenti berhubungan Seks, apa yang terjadi pada vagina Anda ? - Cara Manfaat

Jika berhenti berhubungan Seks, apa yang terjadi pada vagina Anda ?

Dengan berhubungan seks dengan sehat, banyak hal yang bisa didapatkan, selain menyenangkan, seks juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres, menurunkan tekanan darah anda dan mengurangi resiko serangan jantung.

Hubungan seks, juga termasuk dalam olahraga, sehingga tubuh akan fit jika anda melakukannya secara rutin. Selain itu, ketika Anda orgasme, tubuh akan dibanjiri hormon kebahagiaan yang disebut oksitosin, sehingga Anda akan lebih mudah tersenyum setelah mendapatkan orgasme.

Namung sayangnya, tidak setiap wanita memiliki kesempatan untuk berhubungan seks yang aktif dan bahagia. Entah karena pilihan sendiri,atau memang karena kondisi. Hal ini bisa menimbulkan akibat tertentu pada tubuh, tak terkecuali pada vagina. Dan inilah yang akan terjadi pada vagina, ketika seorang wanita berhenti berhubungan seks dalam waktu yang lama.

1. Sakit

Sakit disini adalah ketika melakukan hubungan seksual lagi yang pertama, setelah lama tidak melakukannya.

"Akibat paling umum adalah hubungan seksual yang menyakitkan," kata Brett Worly, MD, ahli kebidanan dan kandungan dari Ohio State University Wexner Medical Center.

Hal ini sama seperti sakit yang anda rasakan ketika lama tidak berolahraga, kira-kira seperti itulah yang terjadi pada vagina jika sudah lama tidak mengalami kehidupan seks yang aktif.

"Masalah psikologis yang membebani pikiran seseorang juga dapat menyebabkan rasa sakit," kata Worly. Penggunaan pelumas khusus vagina bisa membantu mengurangi rasa sakit, pemanasan atau foreplay yang cukup baik dan komunikasi dua arah yang sehat, juga dianjurkan untuk mengatasi masalah ini.

2. Vaginismus

Biasanya, jika seorang wanita yang belum pernah melakukan hubungan intim, maka akan merasakan sakit ketika pertama kali berhubungan. Tapi pada umumnya, hal ini bisa segera diatasi dengan sendirinya dengan kebiasaan, kesabaran, dan foreplay yang baik.

Tapi, ada beberapa kasus, otot otot vagina bisa berkontraksi begitu kencang, sehingga tidak memungkinkan terjadinya penetrasi. Bahakan, ada kasus yang bahkan tampon atau jari pun tidak bisa menembus vagina. Kondisi inilah yang disebut vaginismus.

Vaginismus bisa terjadi karena banyak sebab, misalnya karena perkosaan atau pelecehan yang menyebabkan trauma mental yang membuat korbannya anti terhadap sentuhan-sentuhan seksual, atau dengan kata lain tak bersedia melakukan hubungan seks karena trauma.

Jika hal ini terjadi pada anda, segera dapatkan bantuan. "Saya sarankan Anda pergi ke dokter kandungan untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi untuk terapi otot dasar panggul," kata terapis seks Holly Richmond, PhD.

Dalam terapi, anda akan mendapatkan latihan yang lembut.

"Terapis juga akan meresepkan serangkaian dilator untuk dimasukkan ke dalam vagina. Pertama berukuran kecil dan secara bertahap akan ditingkatkan ukurannya. Namun yang terpenting adalah, Anda mendapat terapi untuk memulihkan mental Anda terlebih dulu."

3. Kehilangan gairah

Jika dan berhenti mengalami orgasme untuk waktu yang lama, maka tubuh anda menjadi wajar untuk berhenti menginginkannya.

Di satu sisi, hilangnya gairah ini bisa dianggap berkah untuk wanita yang memang tidak menginginkan hubungan seks. Namun, ini berarti juga anda kehilangan manfaat yang sehat dari hubungan seks itu sendiri.

Untuk mendapatkan gairah Anda kembali, Richmond menyarankan Anda untuk mencoba merangsang diri Anda sendiri sampai akhirnya Anda menemukan kenikmatan dari sentuhan-sentuhan yang Anda lakukan.

"Orgasme adalah sesuatu yang baik untuk Anda. Entah itu dilakukan bersama pasangan atau dengan diri sendiri," katanya.

4. Vagina atrofi

Ketika usia subur telah berlalu, seks akan menjadi sesuatu yang kurang penting. Ditambah lagi, jumlah estrogen yang akan menurun drastis.

Dual hal tersebut, akan membuat anda malas atau tidak mau berhubungan seks ( karena dianggap tidak terlalu penting ) dan turunnya estrogen, bisa membuat vagina menjadi kering dan dinding vagina menipis. Ini disebut vagina atrofi, kata Barb DePree, MD, dokter kebidanan dan kandungan dari AS.

Untuk mengatasinya, DePree merekomendasikan Anda untuk tetap berhubungan intim secara teratur. Jika ada masalah hormon, berkonsultasilah ke dokter. Mungkin, dokter akan memberikan krim atau menyarankan terapi hormon.

Baca juga : 
Inilah 3 Trik Menyenangkan Pria Sebelum Bercinta
4 Cara Memperlama Hubungan Intim

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel