Mitos mitos Seks yang perlu anda tahu - Cara Manfaat

Mitos mitos Seks yang perlu anda tahu

Mitos mitos Seks yang perlu anda tahu

Mitos adalah kisah atau berita yang berkembang di masyarakat mengenai sebuah kejadian dari sudut pandang non sains. Dalam ilmu seksualitas, seks pun mempunyai mitos nya tersendiri.

Seks adalah sesuatu yang alami, ia muncul bersama dengan kelahiran kita dan ikut berkembang setiap saat. Dengan seks, manusia bisa melanjutkan keturunan nya sampai saat ini.

Namun, hal yang cukup disayangkan, dimasyarakat berkembang informasi mengenai seks yang tidak benar atau simpang siur, sehingga memicu tumbuhnya banyak mitos seks dalam masyarakat, salah satunya adalah mitos mengenai malam pertama yang dianggap sakral oleh banyak pasangan yang baru menikah.

Banyak mitos mengenai seks yang muncul dari pengalaman religius masyarakat. Pengalaman spiritual seorang tokoh masyarakat mengenai seks yang dialaminya bisa menjadi contoh bagi anggota masyarakat yang lainnya. Padahal semua informasi mengenai seks harus di cek kebenarannya secara logis.

Bersikap kritis kepada semua informasi adalah salah satu cara terbebas dari mitos. Contohnya adalah malam pertama tidak berdarah, itu artinya istri sudah tidak perawan. Hal ini dipastikan mitos seks, karena faktanya tidak seperti itu, karena tidak semua wanita mengalami pendarahan dimalam pertama.

Berikut adalah mitos mitos yang berkembang dimasyarakat.

1. Seks adalah hal yang kotor

Hal ini muncul dari pemahaman masa lalu terhadap seks itu sendiri. Banyak orang menganggap seks itu kotor, menjijikan dan berdosa. hal ini karena pemahaman masa lalu yang menganggap seks sebagai perbuatan syetan. Padahal, beberapa agama menganggap jika seks itu adalah hal yang suci dan merupakan fitrahnya manusia. Melakukan ritual seks adalah hal yang harus dilakukan manusia untuk melanjutkan keturunan, yang harus dihindari adalah seks bebas dan tanpa batas.

2. Hubungan seks terjadi secara spontan.

Hal ini muncul karena pengaruh dari film film di tv yang memperlihatkan bagaimana kedua orang bertemu, kemudian tertari dan mengakhirinya dengan seks. Pada kenyataannya, seks tidak semudah itu. Faktor gairah seks atau libido, hanyalah salah satu hal yang mempengaruhi hubungan seksual, masih ada faktor lain seperti komuniskasi, situasi dan faktor internal.

3. Pria mempunyai dorongan seks yang lebih besar dibandingkan dengan wanita

Ini adalah mitos yang paling dipercaya oleh orang. Namun pada kenyataannya, dorongan seks pada pria dipengaruhi oleh beberapa faktor yang juga berpengaruh pada wanita, diantaranya adalah kualitas tidur, tingkat kesehatan, stres, kondisi medis, kepercayaan diri dan ketidakharmonisan hubungan. Hal hal itu tentu saja menyebabkan gairah seks pada pria berfluktuasi naik turun, sama seperti pada wanita.

4. Seks hanya untuk anak muda.

Kemampuan seksual yang cenderung menurun seiring dengan usia, membuat orang percaya jika seks hanya untuk anak muda saja. Faktanya, seks adalah faktor penting untuk kesehatan fisik dan emosional seseorang, berapapun usianya. Hal ini mungkin disebabkan oleh mitos yang menyebutkan jika seks hanya sebagai tindakan penetrasi semata.

5. Ukuran penis menentukan kepuasan seks.

Banyak pria yang menganggap jika ukuran penis sangat penting untuk memuaskan wanita, namun faktanya hanya sedikit wanita yang beranggapan seperti itu dan sebagian besar, wanita berharap pria memiliki ereksi yang keras dan mampu tahan lama ketika bercinta.

6. Oral seks lebih aman dari seks vagina dan seks anal

Banyak yang memilih untuk melakukan seks oral daripada melakukan hubungan seksual melalui vagina, karena merasa lebih aman dan tidak menyebabkan kehamilan. Namun faktanya, oral seks dapat menyebabkan penularan penyakit kelamin, karena terjadi pertukaran cairan dimulut atau ditenggorokan.

7. Impotensi adalah penyakit orang tua.

Hal ini adalah mitos seks yang banyak dipercaya terutama oleh kalangan muda. Faktanya, para remaja juga bisa mengalami impotensi atau disfungsi ereksi ketika berhubungan seksual, walaupun sebagian besar, penyebab utamanya adalah faktor psikologis. Namun, pria yang sudah tua juga bisa memiliki ereksi yang keras jika memiliki tubuh yang sehat dan tidak memiliki masalah psikologis.

8. Posisi seks berdiri bisa mencegah kehamilan.

Posisi seks berdiri, tidak akan mencegah sperma untuk membuahi sel telur, jika hubungan seks dilakukan pada masa subur wanita. Hal ini adalah mitos seks yang dipercaya oleh kalangan muda yang sering melakukan hubungan seks diluar nikah. Namun pada kenyataanya, selama ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, maka kehamilan bisa saja terjadi, bagaimanapun posisinya.

9. Malam pertama harus berdarah.

Mitos ini berkembang terutama didalam masyarakat yang kurang berpendidikan. Pada kenyataannya, banyak wanita yang memiliki selaput dara yang elastis, sehingga meskipun melakukan hubungan seks, tidak akan membuat selaput daranya sobek. Di sisi lain, penyebab selaput dara robek, tidak selalu disebabkan oleh benda tumpul yang masuk ke vagina, Olahraga keras atau terjatuh bisa menyebabkan pendarahan pada vagina.

10. Seks harus berakhir dengan orgasme.

Mitos seks ini, pada umumnya dipercaya oleh kaum wanita, itulah sebabnya mereka sering berbohong mengenai orgasme yang dicapai. Faktanya seks tidak selalu berakhir dengan orgasme atau ejakulasi. Perasaan intim dan penuh cinta ketika berhubungan seks, jauh lebih penting ketimbang orgasme itu sendiri.

11. Kondom itu tameng sakti untuk berbagai penyakit menular Seksual

Kondom, jika digunakan secara tepat memang bisa menangkal PMS (Penyakit Menular Seksual) seperti HIV, Gonorea, dan Klamidia, namun kondom tidak efektif jika untuk mencegah penyakit seperti sifillis, herpes genital, atau penyakit kulit dan kelamin. Dr. Patrick French, konsultan penyakit kelamin dan saluran kencing di London, menjelaskan, "Infeksi menular lewat kontak kulit dan memengaruhi bagian tubuh yang tidak tertutup kondom. Bagaimanapun, kondom masih bisa mengurangi risiko penularan itu hingga 50 persen.

12. Tidak semua wanita punya G-spot 

Semua wanita tentu saja mempunyai G-spot atau tombol untuk orgasme berulang kali. Cara menikmatinya adalah dengan rileks dan jelajahi apa yang membuat anda bisa orgasme.

13. Orgasme pada wanita bisa membantu mempercepat kehamilan

Teori di balik mitos ini mengatakan, jika kontraksi vaginal selama wanita orgasme dapat membantu sperma melesat untuk membuahi telur. "Faktanya, jika sperma tidak trengginas atau kurang gesit, kontraksi tak cukup kuat untuk mendorongnya menuju sel telur" demikian diungkapkan oleh Dr. Dawn Harper, seorang ahli seksologi di AS.

14. Ejakulasi di luar (terputus) tidak menyebabkan kehamilan

Faktanya, sperma terdapat di dalam cairan seminal yang dilepaskan sebelum pria mengalami ejakulasi. Jadi, walaupun pria menarik penisnya keluar sebelum orgasme, pasangannya tetap saja bisa hamil.

15. Wanita tak bisa lagi menikmati seks setelah menopause

Faktanya, banyak wanita yang mengaku memiliki hubungan seks terbaiknya setelah mereka mengalami menopause karena tiak khawatir akan hamil. Jadi, lebih bebas menikmati seks, apalagi kini mudah mendapat terapi sulih hormon, sehingga gangguan vagina kering dan sebagainya tak lagi jadi masalah. Enak `kan?

16. Fantasi seks sejenis menandakan anda gay

Sama sekali tidak! Fantasi merupakan hal normal dan tak menunjukkan sama sekali apakah anda gay, biseksual, atau yang lain. Fantasi lebih disebabkan oleh rasa penasaran. Fantasi tentang apa saja tidak selalu berarti anda menikmati betul jika itu menjadi nyata. Hal terindah dan fantasi hanya ada dalam pikiran Anda.

17. Seks selama kehamilan bisa melukai calon bayi 

Kebanyakan wanita hamil bisa memiliki kehidupan seks yang sehat. Namun, ada dua pengecualian, yaitu jika anda mengalami plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir), seks bisa menyebabkan perdarahan dan kelahiran prematur. Juga sebaiknya tidak berhubungan seks jika si wanita mengalami perdarahan atau kontraksi setelah bercinta. Hal ini bisa menyebabkan kelahiran prematur. Sabar, ya!

18. Berhubungan seks di masa menstruasi tidak menimbulkan kehamilan

Masa ovulasi (subur) pada wanita adalah 14 hari sebelum masa haid, bukan 14 hari setelah haid terakhir. Jadi kemungkinan terjadinya kehamilan tetap ada. Jadi, hati-hati!

19. Seks haram bagi pengidap penyakit jantung 

Memang banyak cerita mengenai pasien gangguan jantung yang mendapat serangan ketika sedang asyik berhubungan intim. Menurut Dr. Harper, orang yang terkena penyakit jantung bisa tetap memiliki kehidupan seks yang normal. Tapi, jika merasa nyeri dada ketika berhubungan seks, anda harus berhenti segera dan periksakan diri anda segera ke dokter. Seks adalah sesuatu yang baik karena dapat meningkatkan sistem imun dan energi, juga mengurangi stres.

Demikianlah, mitos mitos mengenai seks yang berkembang dimasyarakat, sejauh mana mitos tersebut berkembang dan mempengaruhi masyarakat tentu hal ini bergantung dari tingkat pendidikan masyarakat tersebut.

Baca juga : 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel