Fakta Mengenai Hubungan Seks Ketika Hamil yang Perlu diketahui. - Cara Manfaat

Fakta Mengenai Hubungan Seks Ketika Hamil yang Perlu diketahui.

Fakta Mengenai Hubungan Seks Ketika Hamil yang Perlu diketahui.

Kehamilan, adalah salah satu kondisi yang dapat mempengaruhi kehidupan seksual wanita. Tidak heran jjika wanita mengalami berbagai perubahan dalam banyak hal, tidak terkecuali di ranjang.

Seperti dirangkum dari berbagai sumber, inilah fakta mengenai kehidupan seks pada masa kehamilan yang perlu anda ketahui, tidak hanya oleh wanita, tapi juga oleh para pria.

1. Gairah istri meningkat ketika hamil

Dorongan untuk berhubungan intim ketika masa kehamilan, seringkali meningkat, walaupun hal ini dapat berbeda beda pada setiap individu demkian ungkap dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

"Hal ini karena berbagai hal, diantaranya adalah perubahan hormon ketika kehamilan, semakin besarnya payudara dan daerah kemaluan luar" terang dr Hari.

Selain itu, dr Hari juga berkata jika semakin tinggi darah yang dialirkan di payudara dan kelamin, maka akan mengakibatkan makin sensitifnya area tersebut. Hal ini mengakibatkan, rangsangan pada daerah tersebut juga terasa makin baik jika dibandingkan ketika tidak hamil.

2. Apakah ibu hamil mengalami orgasme ketika tidur ?

Dorongan seks saat ibu dalam kondisi hamil dipengaruhi oleh perubahan hormon, hal ini karena hormon estrogen dan aliran darah ke alat kelamin selama kehamilan meningkat, hal dapat membuat ibu hamil mengalami mimpi yang sangat erotis, demikian Leah Millheiser, MD, direktur female sexual medicine program di Stanford University Medical Center mengungkapkan.

"Kemudian, akan lebih banyak pelumasan yang dihasilkan pada vagina, sehingga saat anda tidur, anda akan mengalami mimpi yang sangat erotis secara intens pada trimester kedua dan ketiga pada masa kehamilan, hal ini dapat membuat anda secara tidak sadar mengalami orgasme ketika tidur", tutur Millheiser.

3. Penis tidak akan 'menyodok' janin ketika berhubungan seksual

dr Hari mengatkan, jika anda berfikir bahwa ketika penetrasi saat berhubungan intim maka penis akan 'menyodok' janin, maka hal itu cukup masuk akal, walaupun pada kenyataanya penis hanya dapat menyentuh leher rahim. Meskipun, bayi berada di dalam rahim dan dilindungi oleh cairan ketuban.

"Jadi hal itu tidak mungkin jika penis sampai menyodok si janin. Lagipula panjang penis tiap pria itu berbeda, begitu pula kedalaman vagina pada tiap wanita berbeda. Jika ada yang merasa perut tidak nyaman saat berhubungan seksual, pada beberapa ibu hamil, hal seperti itu mungkin saja terjadi karena rahim agar turun karena gravitasi" tutur dr Hari.

Baca juga : Ingin cepat hamil ? lakukan cara ini

4. Kehamilan juga dapat mempengaruhi gairah seks si Ayah

Donna Begg seorang pakar kesehatan masyarakat menyatakan, ketika istri hamil, maka sang ayah akan dibayangi oleh kekhawatiran akan membahayakan sang bayi, hal ini diakibatkan karena sang suami yang terlalu cemas sehingga enggan melakukan hubungan intim.

Untuk mengatasi hal ini, Begg menyarankan kepada istri agar berbicara dengan sumi dan saling berbagi mengenai perasaan mereka. Jika sang istri ingin bercinta, maka anda dapat meyakinkan suami jika hubungan yang dilakukan akan baik baik saja.

5. Hubungan bercinta pada trimester ketiga dengan lancarnya persalinan

Pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda MS mengatakan dengan tegas bahwa memang ada beberapa laporan ilmia jika kontraksi ketika orgasme, memiliki kontribus pada lancarnya persalinan normal kelak.

dr Andri mengatakan jika tidak ada masalah berhubungan intim ketika usia kehamilan istri memasuki trimeste akhir (trimester ke-3), namun ia memberikan syarat yaitu posisi hubungan intim tidak boleh sampai menekan perut dan kandungan sang istri.

6. Hubungan intim tidak meningkatkan risiko keguguran

Ketika wanita hamil, maka ia tetap boleh melakukan hubungan intim, tidak ada bukti bahwa selama hamil, kemudian bercinta hal itu dapat meningkatkan resiko keguguran, demikan ungkap dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya

"Tidak ada batasan sebaiknya bercinta setelah usia kehamilan berapa minggu namun jika ada keluhan maka sebaiknya ditunda", ungkapnya

Pendarahan yang berulang dan adanya ancaman keguguran adalah beberapa keluhan yang dapat membuat hubungan intim sebaiknya ditunda. Nah, jika ibu hamil bercinta, dan tidak merasa nyaman, maka disarankan untuk mengganti posisi berhubungan seks yang digunakan, dan mencari posisi yang paling nyaman. Jika anda merasa tidak ada posisi yang dapat membuat nyaman, maka sebaiknya anda tidak berhubungan intim dullu, demikian menurut dr Hari.

7. Posisi bercinta yang aman untuk berhubungan intim

dr Andri Wanananda MS, seorang pengamat kesehatan seksual menekankan jika anda harus menerapkan posisi yang nyaman ketika ingin bercinta dengan istri yang sedang hamil. Menurut dr Andri, posisi yang nyaman adalah posisi yang tidak sampai menekan perus istri yang sedang membesar.

dr Andri mengatakan jika posisi yang nyaman adalah posisi 'rear entry position' atau hubungan intim dari belakang bokong atau punggung istri. Atau 'Side by Side Position' yaitu hubungan intim dengan posisi saling menyamping

8. Infeksi menular seksual dapat menyebabkan masalah pada kehamilan

Donna Begg seorang pakar kesehatan masyarakat menyampaikan jika Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat menimbulkan masalah pada kehamilan. Ketika IMS di alami oleh ibu, maka ada resiko bahwa ibu akan menularkan infeksi yang dialami nya ke bayi.

Begg mengatakan jika ketika suami dikhawatirkan memiliki IMS, maka hubungan intim menggunakan kondom dapat menjadi pencegahan yang baik. Untuk itu, pemeriksaan di awal awal kehamilan atau bahkan pernikahan penting dilakukan oleh pasangan suami istri.

9. Perdarahan setelah berhubungan seksual itu tidak normal

Kram adalah hal yang normal dialami oleh wanita, termasuk ketika hamil, selama mereka berhubungan seksual atau ketika orgame, namun, ketika kram itu tidak kunjung hilang, dan disertai dengan pendarahan, maka segeralah cek kedokter, demikian menurut Begg.

"Jika kehamilan adan beresiko dan dokter menyarankan anda agar menghindari seks selama hamil, maka anda perlu menanyakan kembali, apakah anda hanya harus menghindari proses penetrasi, orgasme atau memang harus berhenti bercinta", ungkap Begg.

Baca juga : Manfaat berhubungan seks ketika hamil

10. Ada wanita yang tidak bergairah saat hamil

Wanita kadang mengalami fluktuasi gairah seksual selama masa kehamilannya. Menurut Begg, ada dapat merasa mual, murung dan lelah, terutama pada triester pertama masa kehamilan.

"Untuk itu, penting bagi pasangan untuk saling berbagi mengenai perasaannya. Apalagi, dukungan suami sangat penting untuk istri dalam menghadapi perubahan yang terjadi ketika mengandung. Jangan lupa untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama, hal ini agar keintiman anda tetap terjaga," tutur Begg.

Baca juga : 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel