Kadar Testosteron Rendah, Ini Bahayanya - Cara Manfaat

Kadar Testosteron Rendah, Ini Bahayanya

Kadar Testosteron Rendah, Ini Bahayanya
Kadar testosteron yang rendah pada pria, tidak hanya menurunkan gairah bercinta, namun juga memiliki efek lainnya yang cukup membahayakan. Berbagai macam penelitian membuktikan jika pengaruh testosteron pada pria mempunyai efek yang bermacam maca, tidak hanya mengenai seputar organ seksual.

"Testosteron hanya untuk berhubunan hubungan seks? Tidak. Kadar testosteron juga mempengaruhi tubuh pria dari ujung kaki sampai ke otak," kata dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd dari RSUP Fatmawati, beberapa waktu lalu.

Kelebihan testosteron, diketahui dapat menyebabkan kesehatan kulit terganggu dan dapat menyebabkan kebotakan. Lalu apasaja jika kekurangan testosteron ?

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 bahaya yang bisa mengancam pria jika testosteron rendah, mulai dari sulit buahi pasangan hingga depresi : 

1. Sulit untuk membuahi pasangan

Sulit memiliki keturunan bisa juga berhubungan dengan pola tidur. Pada pria, tidur kurang dari 6 jam sehari, dapat menurunkan peluang istrinya hamil.

Dengan menggunakan angka 8 jam sebagai titik referensi, terungkap jika kaum pria yang kurang tidur atau terlalu banyak tidur, memiliki peluang 42 persen lebih rendah untuk membuahi sel telur pasangannya.

Kemungkinan hal ini disebabkan karena faktor hormonal. Kesuburan pada kaum pria, memiliki hubungan yang erat dengan hormon testosteron, sementara itu pelepasan hormon testosteron, paling banyak terjadi ketika tidur. Tidur yang cukup, dihubungkan dengan kadar testosteron yang optimal.

Baca juga : 
Cara meningkatkan jumlah Sperma

2. Mudah mengalami cedera lutut

Menurut penelitian, perempuan memiliki resiko 10 kali lebih besar mengalami cidera ACL (Anterior Cruciate Ligament)  jika dibandingkan dengan pria. Hal ini adalah cidera yang paling sering terjadi pada lutut.

Para peneliti dari John Hopkins Medicine, mengungkapkan jika perbedaan resiko pada pria dan wanita memiliki hubungan dengan hormon seks. Hal ini diyakini, hormon seks pada pria atau testosteron membuat seseorang terlindung dari cidera ACL.

Eksperimen pada tikus, menunjukan jika tikus jantan dengan kadar testosteron normal, mempunyai ACL yang lebih kuat jika dibandingkan dengan tikus jantan yang telah dikebiri, dan tidak memproduksi lagi hormon tersebut. Oleh sebab itu, jika testosteron rendah, maka resiko mengalami cidera ACL tentunya akan lebih tinggi.

3. Depresi

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari George Washington University ini dilakukan terhadap 200 responden pria berusia 20-77 tahun. Mereka diketahui, sedang menjalani perawatan perbaikan kadar hormon testosteron karena rendahnya hormon tersebut di tubuh mereka.

Hasilnya adalah, tim menemukan ada nya depresi atau gejala yang mengarah ke depresi pada sekitar 56 persen responden yang menjalani perawatan Selain itu, seperempat dari responden dalam penelitian ini juga  memiliki tingkat obesitas yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah.

Gejala yang paling umum adalah disfungsi ereksi, penurunan libido, ereksi pagi yang lebih jarang, kurang berenergi, dan gangguan tidur.

4. Ukuran penis mengecil

Dr Madeleine Castelanos, MD, penulis buku 'Penis Problems: A Man's Guide' berkata, dengan bertambahnya usia, maka produksi hormon testosteron akan berkurang. Jika ditambah dengan aliran darah yang semakin berkurang, maka penis bisa menyusut hingga beberapa centimeter (cm).

"Ketika seorang pria berada di usia 60 hingga 70 tahun, maka aliran darah serta produksi testosteran mereka akan berkurang. Penis pun akan menyusut kira-kira 1,5 cm," tutur Dr Castelanos.

Penyebab mengecilnya penis adalah karena berkurangnya elastisitas lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi. Akibatnya, darah yang masuk ke pembuluh darah di daerah penis berkurang dan menyebabkan terjadinya penyusutan.

Baca juga :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel