4 Teknik untuk Menunda Ejakulasi - Cara Manfaat

4 Teknik untuk Menunda Ejakulasi

4 Teknik untuk Menunda Ejakulasi
Tahukah Anda jika Ejakulasi Dini atau Sperma yang terlalu cepat keluar menempati urutan kedua setelah disfungsi ereksi sebagai gangguan seksual yang paling sering di alami oleh kaum pria. Masalah seksual ini adalah masalah yang sangat mencemaskan kaum pria, karena takut dibilang tidak perkasa dan mengancam rumah tangga nya. Misal nya, istri minta cerai atau selingkuh karena tidak puas di atas ranjang. Sejak 2015, 1.967 Pasangan Bercerai di Makassar

Seorang pria, dianggap telah mengalami ejakulasi dini (ED) jika ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. Pada kondisi normal, seorang pria biasanya mampu ejakulasi dan penetrasi selama 5 sampai 10 menit, demikian menurut dr.Andi Riyanto, Sp.RM, dari RS. Pantiwilasa Citarum, Semarang, seperti dikutip dari kompas.

Baca juga : 


Ejakulasi dini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ejakulasi primer dan ejakulasi sekunder. Ejakulasi primer yaitu ejakulasi yang terjadi sejak awal ia berhubungan seks dan tidak dapat mengontrol ejakulasinya. Sedangkan Ejakulasi sekunder, yaitu jika sebelumnya ia dapat mengontrol ejakulasi nya tapi beberapa waktu kemudian, ia tidak dapat mengontrol ejakulasi nya karena suatu hal.

Ia memaparkan jika salah satu cara yang efektif untuk mengatasi masalah ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi seks. Terapi seks yang dilakukan adalah latihan dengan mengontrol ejakulasi yang dilakukan dengan bantuan sang istri.

Karena pada dasarnya, terapi seks itu melibatkan dua tehnik, yaitu tehnik start dan stop, serta tehnik squeeze (penekanan) yaitu dengan menekan pangkal atau ujung penis oleh sang istri ketika suami merasa akan ejakulasi.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pasangan untuk melakukan terapi seks. Diantara nya adalah :

1. Suami mengambil posisi berbaring sambil telentang kemudian istri melakukan masturbasi menggunakan tangan. Kemudian ketika sang suami akan ejakulasi, maka sang istri akan menekan penis (pada bagian pangkal atau ujung) hal ini untuk menghambat ejakulasi selama 5 sampai 10 detik atau sampai sang suami merasa tidak ingin ejakulasi lagi.

2. Pada posisi ini, sang wanita berada di posisi atas, kemudian sang suami melakukan penetrasi ke vagina. Tapi sang suami tidak boleh melakukan gerakan apapun. Kemudian, jika sang suami merasa akan ejakulasi, maka segera cabut penis keluar dari vagina dan istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.

3. Hal ini sama seperti langkah kedua, tapi sang suami boleh melakukan sedikit gerakan. Dan jika sang suami akan ejakulasi, maka segera cabut keluar penis dari vagina dan istri melakukan penekanan untuk mempertahankan ereksi.

4. Jika sang suami sudah dapat mengontrol ejakulasi, maka pasturi bisa melakukan hubungan seksual pada posisi menyamping (depan atau belakang). Lalu, ketika suami merasa akan ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan tehnik penekanan. Kemudian ulangi kembali.

Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan secara berulang ulang dan minimal dilakukan selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan komitmen dari kedua belah pihak ". Jika Anda merasa enggan dan malas untuk latihan, maka hal itu merupakan faktor penyebab kegagalan dari terapi ini" , ungkapnya.

Untuk menunjang terapi seks ini, maka penderita ejakulasi dini, disarankan untuk melakukan senam kegel, hal ini untuk menguatkan otot otot panggul.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel