Ini Obat Perangsang Seks yang diharapkan dapat Memicu Kehamilan - Cara Manfaat

Ini Obat Perangsang Seks yang diharapkan dapat Memicu Kehamilan

Ini Obat Perangsang Seks yang diharapkan dapat Memicu Kehamilan
Sebuah obat yang mempunyai kandungan bahan kimia alami hormon, disebut dengan kisspeptin. Obat ini diklaim dapat meningkatkan gairah seks. Kisspeptin adalah hormon yang dilepaskan oleh tubuh untuk merangsang hormon lainnya yang mempunyai hubungan dengan reproduksi.

Obat ini di teliti berdasarkan studi yang melibatkan 29 pria muda heteroseksual sehat. Setelah disuntikan obat ini, maka akan terjadi peningkatan respon otak terhadap gambar-gambar yang menunjukan pasangan romantis dan seksual. Para ahli percaya jika obat ini dapat membantu masalah psikologis seksual setiap pasangan.

Baca juga : 


Seperti dikutip Mirror, Selasa (24/1/2017), para ilmuwan menuliskan jika Kisspeptin dapat meningkatkan respon otak yang berhubungan dengan seks dan cinta.

Kisspeptin mempunyai peran dalam merangsang beberapa emosi dan tanggapan yang mengarah ke seks dan reproduksi, demikian seperti dikatakan oleh peneliti utama Prof Waljit Dhillo, dari Imperial College London.

Menurut Prof Dhillo, studi mengenai ketidaksuburan selama ini, lebih banyak fokus kepada faktor biologis dan apa yang menyebabkan kehamilan sulit terjadi. Meskipun faktor biologis penting, tapi menurutnya faktor psikologis juga tidak boleh di abaikan.

"Pada akhirnya, kami ingin melihat lebih jauh, apakah Kisspeptin dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk gangguan psikoseksual, dan mempunyai potensi untuk membantu pasangan yang tidak terhitung jumlahnya yang berjuang agar dapat hami. "

Studi yang dilaporkan dalam Journal of Clinical Investigation ini juga mencatat akan mempelajari mengenai efek dari Kisspeptin dalam kelompok yang lebih besar, termasuk dampaknya kepada perempuan dan laki-laki.

Temuan lainnya, sepertinya Kisspeptin dapat mempengaruhi suasana hati dan dapat mengurangi emosi negatif dan bahkan dapat membantu memerangi depresi, tulis peneliti.

Walaupun begitu, penulis studi, Dr Alexander Comninos menegaskan jika penelitian yang lebih lanjut akan diperlukan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel