Ini yang Lebih dipentingkan Istri diranjang daripada ukuran Mr. P - Cara Manfaat

Ini yang Lebih dipentingkan Istri diranjang daripada ukuran Mr. P

Ini yang Lebih dipentingkan Istri diranjang daripada ukuran Mr. P
Pria, sering kali khawatir dengan ukuran Mr. P yang ia miliki, hal ini karena ia berfikir jika semakin besar Mr. P yang ia miliki, maka akan semakin memuaskan pasangannya. Padahal, belum tentu seperti itu. Walaupun Mr p Anda mungil, tapi Anda tetap dapat memuaskan pasangan Anda, cara nya adalah dengan mengetahui tips bercinta untuk pria dengan Mr. P mungil

Ada banyak hal yang dianggap lebih penting oleh wanita daripada ukuran penis sang suami. Berdasarkan survey kepada 1000 wanita dan pria yang dilakukan oleh perusahaan sex toys Pure Romance, berikut ini adalah hal hal yang lebih penting menurut wanita daripada ukuran Mr. P.

Baca juga : 


1. Komunikasi yang lebih baik

Dalam survei tersebut, terdapat 62 persen responden yang mengatakan jika komunikasi yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas pernikahan mereka. Hal ini juga ternyata dimiliki oleh hampir setengah responden pria.

Seorang terapis pernihakan terapis Moushumi Ghose kepada Men's Health mengatakan jika, Anda ingin memuaskan dan meningkatkan kualitas kehidupan seks Anda dalam setiap hubungan, maka sebaiknya Anda membiarkan pasangan Anda mengetahui apa yang Anda suka dan Anda inginkan sangatlah penting.

Untuk membicarakan mengenai kebutuhan seks masing-masing, maka Ghose menyarankan agar mengambil waktu di sela momen santai, misalnya saja ketika nonton TV atau ketika sebelum tidur.

2. Foreplay yang lebih banyak

Dalam survei tersebut, terdapat 58 persen responden wanita yang menginginkan pasangannya melakukan foreplay lebih banyak ketika bercinta. Artinya pria harus tahu bagaimana cara agar foreplay Anda dahsyat.  Ghose menerangkan jika foreplay dapat berupa ciuman, sentuhan erotis dan seks oral. Sementara itu, orgasme dan penetrasi diibaratkan Ghose seperti icing pada cake.

Ghose juga mengatakan jika foreplay tidak harus selalu aktivitas di ranjang. Pelukan mesra sebelum berangkat kerja dan mengirim teks mesra pada sela-sela aktivitas juga dapat termasuk foreplay.

Seorang pakar seks Debby Herbenick PhD., menuturkan " Ketika gairahnya bertambah, maka tubuh istri akan memproduksi lebih banyak lubrikasi vagina yang mempunyai peran yang penting untuk membuat istri menjadi nyaman dan bahagia ketika bercinta".

Baca juga : Cara agar foreplay tidak membuat bosan

3. Lebih sering menggunakan sex toys

Sex toys, dapat menawarkan kesenangan di kamar tidur dan ada 40 persen wanita yang terlibat dalam survei tersebut, menyetujui akan hal ini. Tapi, sayangnya, menurut Ghose, penggunaan sex toys sering dianggap suami sebagai bentuk kelemahannya. Dimana, sang suami menganggap dirinya tidak terlalu jantang dan 'mampu' memuaskan sang istri.

"Padahal, sex toys dapat menambah kesenangan ketika bercinta dan dapat mengoptimalkan posisi seks yang digunakan. Misalnya saja, ketika menggunakan posisi yang membuat suami sulit untuk menjangkau klitoris sang istri, maka sang suami dapat menggunakan mini vibrator". demikian Ghose menerangkan.

4. Ada fantasi seks

Ghose mengatakan jika fantasi seksual masih dianggap sebuah hal yang tabu. Tapi ternyata, ada sekitar 40 persen wanita dan 50 persen wanita di dalam survei ini yang mengaku jika fantasi seks dapat membuat pernikahan mereka menjadi lebih baik.

Tapi, Ghose juga mengingatkan jika fantasi seks mungkin tidak 'manjur' untuk meningkatkan kualitas seks untuk semua pasangan. Hal yang harus diingat adalah, bahwa fantasi seks tidak selalu mengenai kegiatan seks yang kasar dan tidak biasa.

Ghose mengatakan jika "Bisa saja istri hanya ingin mencoba sesuatu yang berbeda atau bercinta di tempat yang berbeda. Terkadang, sang istri malu untuk mengungkapkan fantasinya dan membutuhkan rasa percaya diri untuk ini. Untuk membangun rasa percaya, maka sang suami dapat mengatakan terlebih dahulu apa fantasi seks yang ia miliki".

5. Bermain peran

Terdapat 35 persen wanita yang melaporkan, jika bermain peran dapat meningkatkan kualitas pernikahan mereka. Ghose mengatakan jika bermain peran terjadi ketika seseorang menjadi sosok yang bukan diri mereka. Skenario bermain peran ini juga dapat dimulai di tempat umum dimana ketika itu Anda berdua memang sedang berakting.

Ghose menuturkan jika "Bermain peran, berbeda dengan melakukan fantasi seks. Hal ini karena ketika melakukan fantasi seks, Anda tidak perlu menjadi sosok lain. Untuk dapat bermain peran, maka tentukan dulu skenario apa yang akan digunakan dan pastikan kedua belah pihak telah setuju dengan peran masing masing.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel