Bahaya Melakukan Seks Melalui Dubur atau Anus - Cara Manfaat

Bahaya Melakukan Seks Melalui Dubur atau Anus

Untuk Anda yang memiliki aktivitas seksual secara aktif, mungkin pernah berfikir untuk mencegah kehamilan, baik untuk menunda kehamilan atau menjaga jarak kehamilan. Pemerintah juga telah mengadakan program KB yang mengenalkan penggunaan alat kontrasepsi untuk mencegah atau menunda kehamilan. Tapi sebagian orang tidak menyukai penggunaan alat kontrasepsi tersebut, dengan berbagai macam alasan, misalnya : timbulnya efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi tersebut seperti bertambahnya berat badan, tumbuhnya jerawat, nyeri ketika haid atau menjadi tidak nyaman ketika berhubungan seks dengan pasangan. Hal hal tersebutlah yang membuat pemakaian alat kontrasepsi jarang digunakan atau Anda mencari cara untuk mencegah terjadinya kehamilan, seperti melakkukan oral seks ataupun anal seks.

Mungkin Anda berfikir, dengan tidak memasukan alat kelamin pria ke dalam alat kelamin wanita, hal itu dapat mencegah masuknya sperma ketika terjadi ejakulasi sehingga dapat mencegah kehamilan. Namun, hal yang harus Anda ingat adalah, dengan melakukan seks oral, apalagi seks anal, dapat mengakibatkan efek yang jauh lebih berbahaya.

Ketika melakukan anal seks, maka sang pria akan memasukan alat vitalnya ke dalam lubang anus pasangannya. Hal ini tentunya tidak higienis atau tidak bersih sama sekali dikarenakan lubang anus adalah tempat keluarnya kotoran. Dan dari perilaku anal seks ini, dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, bahkan anal seks atau seks melalui anus adalah perilaku seks yang sangat beriskiko.


Berikut ini adalah beberapa resiko dan dampak dari hubungan seks melalui lubang anus atau dubur ( anal seks)

1. Lubang anus, tidak dapat menghasilkan lubrikan seperti hal nya pada vagina, sehingga selain dapat menyebabkan nyeri sepanjang penetrasi di dubur atau anus, penetrasi ke dalam anus juga dapat mengakibatkan lupa pada anus atau dubur.

2. Luka pada anus dapat membuat masuknya virus dan bakteri ke dalam pembuluh darah.

3. Bagian dalam pada anus atau dubur, tidak dilapisi oleh kulit seperti pada bagian luar anus, hal ini tentu tidak dapat memproteksi atau melindungi masuknya virus atau bakteri.

4. Dengan begitu, maka perilaku anal seks menjadi rentan terkena penyakit menular seperti HIV - AIDS, hepatitis , HPV dan penyakit menular seksual lainnya.

5. Selain hal itu, otot di sekitar anus atau dubur yang berbentuk cincin, dapat menjadi longgar jika anal seks dilakukan secara berulang - ulang. Hal ini dapat menyebabkan ketidakmampuan menahan BAB ( Buang air besar ) karena otor pada anus atau dubur menjadi longgar.

Anal seks sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan dan jika Anda memang ingin mencegah kehamilan, maka Anda dapat melakukan KB kalender atau senggama terputus jika memang Anda tidak ingin penetrasi kedalam vagina, Anda bisa juga menggunakan alat kontrasepsi. Lakukanlah seks yang aman untuk kesehatan Anda dan pasangan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel